PASQI Gresik Rayakan HUT Kedelapan Tahun, 28 Grup Qasidah Meriahkan Pentas Seni

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Kabupaten Gresik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 pada Ahad (7/12/2025). Foto: dok PASQI Gresik/NUGres

GRESIK | NUGres – Perkumpulan Seni Qasidah Islami (PASQI) Kabupaten Gresik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 pada Ahad (7/12/2025). Perayaan yang diikuti komunitas ibu-ibu ini berlangsung meriah sejak pagi hingga pukul 21.00 WIB di Gedung Nasional Indonesia, Kabupaten Gresik.

Puluhan grup qasidah tampil secara bergantian menunjukkan kepiawaian melantunkan lagu-lagu islami dengan penuh keceriaan. Penonton yang terhibur ikut mengekspresikan kegembiraan mereka, mengikuti irama yang dipadukan dengan rebana dan alat musik pendukung lainnya.

Ketua Panitia HUT ke-8 PASQI Gresik, Listi Ayuni S.E., M.Kes., menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “Memperkuat Identitas PASQI sebagai Wadah Berkarya Bersama Pelestarian Seni Qasidah di Kabupaten Gresik.” Ia menyebutkan, terdapat 28 grup qasidah yang masing-masing menampilkan dua lagu dengan durasi 15 menit.

Dalam kesempatan tersebut, PASQI Gresik juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada sejumlah penampil terbaik sebagai dorongan agar semakin semangat dalam mengembangkan grup qasidah yang mereka bina.

Pembina PASQI Kabupaten Gresik, Sutrisno S.H., menuturkan bahwa pentas seni ini menjadi ruang bagi anggota untuk meneguhkan semangat berkarya sekaligus menjaga kelestarian seni qasidah di Gresik. “Momen HUT ini menjadi suntikan semangat baru agar seni qasidah di Gresik tetap terjaga, terpelihara, dan terlindungi,” ujarnya.

Abah Tris juga menyampaikan bahwa seni qasidah di Gresik terus berkembang. Hal tersebut terlihat dari bertambahnya grup baru yang bergabung dalam PASQI Kabupaten Gresik.

“Pada tahun 2025 ini ada tambahan 11 grup dari berbagai wilayah. Semoga pada 2026 anggota PASQI semakin bertambah dengan target 100 grup, baik dari masyarakat umum, perusahaan, instansi, maupun lembaga pendidikan formal dan nonformal,” harapnya.

Penutupan acara dan pemberian penghargaan kepada para penampil Pentas Seni HUT ke-8 PASQI. Foto: Chidir/NUGres
Penutupan acara dan pemberian penghargaan kepada grup qasidah penampil di Pentas Seni HUT ke-8 PASQI. Foto: Chidir/NUGres

Sementara itu, Ketua Umum PASQI Kabupaten Gresik, Saadatul Fitriyah S.Pd.I., menyampaikan bahwa HUT ke-8 menjadi momen perenungan perjalanan PASQI sejak berdiri hingga kini. Menurutnya, PASQI telah menjadi ruang ekspresi bagi kaum perempuan.

“Alhamdulillah, bahagia sekali. Di usia kedelapan ini, PASQI semakin berkembang dengan banyaknya grup yang bergabung. Ini membuktikan bahwa ruang kesenian tetap dibutuhkan sebagai wadah silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di tengah masyarakat Gresik,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh grup qasidah yang tampil serta panitia dan para undangan yang memberikan dukungan, termasuk anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Samwil.

Fitri, yang hadir menggunakan kursi roda, turut memberi semangat kepada para peserta. Bagi dirinya, mengembangkan qasidah bukan sekadar mempertahankan kesenian, tetapi juga meneguhkan ukhuwah dan menambah persaudaraan. Ia berharap nantinya PASQI dapat berkembang hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Kami akan terus mengembangkan PASQI. Kami siap menyapa generasi muda, khususnya Gen Z, agar mereka mengenal PASQI dan mampu bersaing dengan musik modern yang berkembang saat ini,” pungkasnya.

Menjelang penutupan acara, terdapat satu anggota baru grup qasidah PASQI Gresik yang diketahui tampil perdana. Penampilan grup ‘Srikandi Bawean Putri’ menarik perhatian penonton. Selain tampil kompak, grup tersebut melantunkan lagu qasidah berjudul “Raddin” dengan bahasa khas warga masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment