GRESIK | NUGres – Kabupaten Gresik kembali menegaskan identitasnya sebagai Kota Falak dengan diresmikannya Balai Rukyat Hilal Pondok Pesantren Mambaus Sholihin yang berlokasi di Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Peresmian tersebut berlangsung Ahad (4/1/2026), dirangkai dengan Seminar Penentuan Awal Bulan sebagai penguatan kajian ilmu falak di lingkungan pesantren.
Balai Rukyat Hilal Mambaus Sholihin berada di lantai 4 Gedung F Universitas Keislaman Abdullah Faqih (UNKAFA), tepat di sebelah selatan Gedung Darunnadwah Rusyaifah. Keberadaan balai rukyat ini menjadi fasilitas strategis untuk mendukung kegiatan pengamatan hilal dan pengembangan ilmu astronomi Islam.
Balai rukyat tersebut dilengkapi dengan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya teodolit yang digunakan untuk memantau hilal. Dengan fasilitas ini, santri sekaligus mahasiswa UNKAFA dapat melakukan praktik langsung ilmu falak yang selama ini dipelajari secara teoritis di kelas.
Peresmian balai rukyat turut dihadiri Ketua Penguris Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik, Ustadz Muchyiddin Hasan. Ia menyampaikan apresiasi atas hadirnya Balai Rukyat Mambaus Sholihin dan menilai fasilitas tersebut sebagai bentuk kemajuan penting dalam pengembangan ilmu falak di Gresik.

Menurut Ustadz Muchyiddin, kehadiran balai rukyat ini membuka peluang sinergi antara LFNU dan pesantren dalam penguatan kajian astronomi Islam. Ia juga menyebutkan bahwa Balai Rukyat PCNU Gresik di Condrodipo kerap menghadapi kendala teknis, terutama akibat terhalang bangunan tinggi saat proses rukyat.
“Kami sangat senang dengan kehadiran Balai Rukyat ini. Balai rukyat PCNU Gresik di Condrodipo sering terganggu oleh bangunan tinggi dan faktor lainnya saat proses rukyat, sehingga Balai Rukyat Mambaus Sholihin dapat menjadi alternatif yang sangat membantu,” ujar Muhyiddin.
Peresmian Balai Rukyat Hilal dilakukan secara simbolis melalui pemotongan tumpeng oleh H. Agus Mohammad Ma’ruf. Prosesi tersebut didampingi Pakar Ilmu Falak Nasional sekaligus dosen UNKAFA H. Abdul Mu’id Zahid, Dr. Ihtirozun Ni’am selaku Direktur Planetarium UIN Walisongo Semarang yang juga alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin dan Ketua Lembaga Falakiyah PP HIMAM, serta KH. Aunur Rofiq Toyib, Ketua MUI Kabupaten Gresik.
Penulis: Ferry
Editor: Chidir Amrullah

