DUKUN | NUGres – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) An-Nahdlah MWCNU Dukun menggelar sosialisasi kebijakan penyelenggaraan ibadah haji dengan menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, H. Lulus, S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung MWCNU Dukun pada Sabtu (13/12/2025).
Dalam forum silaturahmi dan sosialisasi tersebut, H. Lulus menyampaikan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 sekaligus perkembangan persiapan haji tahun 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan haji melalui regulasi dan standar operasional prosedur yang transparan dan terukur.
Pada kesempatan itu, H. Lulus juga memaparkan konsep Tri Sukses Haji yang dicanangkan Kementerian Haji, yakni sukses pelaksanaan ritual ibadah, sukses pengelolaan ekosistem haji, serta sukses penyelenggaraan haji termasuk pengelolaan kuota. Ia menyebutkan bahwa kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 jamaah, terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus.
“Inti dari kebijakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 adalah peningkatan pelayanan secara maksimal kepada jamaah. Seluruh regulasi dan SOP akan kami sampaikan secara utuh dan transparan,” jelasnya.
Ketua KBIHU An-Nahdlah MWCNU Dukun, H. Afif, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari ikhtiar KBIHU untuk terus memperbarui informasi kebijakan dari Kementerian Haji. Hal tersebut penting dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan persiapan jamaah, khususnya menyongsong penyelenggaraan haji tahun 2026.
Ia menambahkan bahwa KBIHU An-Nahdlah MWCNU Dukun saat ini membina sebanyak 135 calon jamaah haji. “Kami berharap sosialisasi ini dapat menjadi bekal penting bagi jamaah agar mampu melaksanakan ibadah haji secara tertib, sehat, dan sesuai tuntunan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas Mentaras, dr. Syafi’, M.M., turut memberikan pemaparan terkait kesehatan calon jamaah haji. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina dan kondisi fisik sejak masa persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji, mengingat haji merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor risiko kesehatan sejak masa tunggu, sehingga jamaah dapat melaksanakan rukun dan wajib haji dengan optimal serta meraih predikat haji mabrur.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, KH. Moh. Sholeh, M.Ag. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah MWCNU Dukun, Dr. KH. Ahmad Thoyyib Mas’udi, Wakil Ketua MWCNU Dukun H. Moh. Yahya Syam, serta jajaran pengurus MWCNU Dukun lainnya.
Penulis: Syafik Hoo
Editor: Chidir Amirullah

