GRESIK | NUGres – Tiga lukisan karya M. Syarifuddin, guru madrasah Nahdlatul Ulama yang akrab disapa Pak Arif, turut menyemarakkan Pameran Lukisan Sanggar Lentera yang digelar di Gedung DPRD Gresik, Rabu hingga Jumat, 14–16 Mei 2025.
Pak Arif, yang sehari-hari mengajar di SMP Muallimat NU Gresik, menampilkan tiga lukisan bertajuk “Ksatria dan 9 Naga”, “Harmoni Air”, dan “Cahaya Waktu Kecil”.
Dalam salah satu momen pameran, ia berfoto bersama para pejabat daerah di depan karyanya yang berjudul “Ksatria dan 9 Naga”, didampingi oleh Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, dan Wakil Ketua DPRD, Ahmad Nurhamim.
“Alhamdulillah, lukisan saya dan teman-teman dari Sanggar Lentera bisa meramaikan pameran ini. Saya sangat senang dan bangga,” ujar Pak Arif yang juga alumni Jurusan Seni Rupa Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya, Kamis (15/5/2025).
Pak Arif mengungkapkan bahwa kecintaannya pada seni lukis sudah tumbuh sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah. Ia sering mengikuti dan memenangkan lomba-lomba melukis sejak usia dini.
Kini, sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC Pergunu) Gresik, ia terus mengasah dan menyalurkan bakat seni melalui berbagai kegiatan, termasuk dalam komunitas Sanggar Lentera.
Pameran ini menampilkan 25 karya lukisan dari 10 seniman yang tergabung dalam Sanggar Lentera, dengan harapan dapat dinikmati masyarakat luas dan memperkuat ekosistem seni di Kabupaten Gresik.
Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk nyata dukungan legislatif terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.
“Kami ingin memberikan ruang bagi para seniman untuk berekspresi. Gedung DPRD ini juga merupakan bangunan cagar budaya, sehingga sangat relevan menjadi tempat kegiatan berkesenian seperti ini,” ungkap politisi muda yang juga pernah menjabat sebagai Bendahara PC GP Ansor Gresik periode 2020–2024.
Ia menambahkan bahwa seni dan budaya adalah bagian penting dari pembangunan daerah. Banyak seniman Gresik yang karyanya sudah diakui hingga tingkat nasional bahkan mancanegara.
Editor: Chidir Amirullah

