BUNGAH | NUGres – Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Musholla Al Haq, Desa Mojopurowetan, pada Jum’at Legi, 13 Februari 2026 M / 25 Sya’ban 1447 H. Sejak pukul 06.00 WIB, para pelajar Nahdlatul Ulama mulai berdatangan dengan wajah penuh semangat. Di tempat sederhana namun sarat makna itulah Pengurus Ranting (PR) IPNU IPPNU Mojopurowetan Masa Khidmat 2025–2027 menggelar Khotmil Qur’an, sebuah ikhtiar spiritual yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB.
Kegiatan ini bukan sekadar rangkaian bacaan ayat suci, melainkan perwujudan nyata penguatan ruh kaderisasi. Di bawah naungan Nahdlatul Ulama, IPNU IPPNU memegang peran penting dalam membentuk pelajar yang tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah. Pelaksanaan pada Jum’at Legi menjadi bagian dari tradisi religius masyarakat Nahdliyin yang memaknai hari tersebut sebagai momentum penuh keberkahan untuk bermunajat dan menengadahkan doa bersama.
Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an mengalun khidmat, menyatu dengan harap dan doa. Para kader IPNU IPPNU dan Pelajar NU Desa Mojopurowetan mengikuti rangkaian khotmil dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme. Setiap huruf yang dibaca bukan hanya suara, tetapi doa yang terangkat bukan hanya bacaan, tetapi cahaya yang diharapkan menerangi perjalanan hidup.
Ketua PR IPNU Desa Mojopurowetan, Mohammad Adrian Rizqi Tsani atau yang akrab disapa rekan Adrian, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh Rekan-Rekanita yang hadir serta berharap kebersamaan ini terus istiqamah dan berkembang dengan bertambahnya kader-kader yang cinta Al-Qur’an.
“Semoga setiap huruf yang kita lantunkan menjadi cahaya dalam kehidupan, menjadi syafaat di akhirat, dan seluruh amalan yang kita lakukan hari ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang penuh keberkahan. Aamiin,” ungkapnya, penuh harap.
Senada dengan itu, Maghfirotin Ni’matuz Zahroh atau rekanita Firo selaku anggota Departemen Dakwah dan Sosial Masyarakat menegaskan bahwa rutinan Khotmil Qur’an bukan hanya tentang menuntaskan bacaan, tetapi juga menuntaskan kegelisahan hati dengan ayat-ayat Allah.
“Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk dunia, kegiatan ini menjadi ruang untuk menenangkan jiwa, merawat iman, dan menguatkan langkah perjuangan. Ia mengajak seluruh kader menjaga istiqamah, sebab yang dinilai bukan besar kecilnya acara, melainkan ketulusan hati dan konsistensi dalam menjaga kebaikan,” tambahnya.
Melalui Khotmil Qur’an ini, PR IPNU IPPNU Desa Mojopurowetan menegaskan bahwa organisasi bukan hanya bergerak secara struktural, tetapi juga spiritual. Dari Al-Qur’an mereka belajar, dari Al-Qur’an mereka tumbuh, dan dengan Al-Qur’an mereka menapaki perjuangan. Sebab sejatinya, kekuatan kader tidak hanya terletak pada gagasan dan program kerja, tetapi juga pada kedekatan dengan Kalam Ilahi yang menjadi sumber cahaya dan keberkahan.
Penulis: Ahmad Mubarok
Editor: Chidir Amirullah

