GRESIK | NUGres – Bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-71 Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), RMINU PWNU Jatim menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang berlangsung di Aula KH Bisri Syansuri Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Selasa (20/5/2025).
Rakorwil yang dimulai pukul 10.00 WIB itu juga dihadiri oleh perwakilan RMI dari berbagai kabupaten/kota, termasuk Pengurus Cabang RMI NU Gresik diwakili oleh Ketua Gus H. Musfis Salam dan Sekretaris Gus H. Muhammad Syamsud Dluha S.Psi., M.Si.
Dalam Rakorwil tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari sosialisasi percepatan wakaf di lingkungan pondok pesantren, beasiswa santri PWNU Jawa Timur, hingga pengembangan ekonomi pesantren.
Ketua RMI NU PWNU Jatim, Gus Hakim, dalam sambutannya menyampaikan beberapa program prioritas RMI NU Jatim. Ia juga mengajak seluruh PC RMI NU se-Jatim untuk aktif bersinergi dalam menyukseskan program-program tersebut.
Rapat koordinasi wilayah juga membahas tentang; layanan hotline bantuan hukum untuk pesantren, layanan percepatan EMIS/IJOP, digitalisasi turats pesantren, website dan media sosial sebagai jaringan pengembangan database pesantren, penyediaan air bersih untuk pesantren. Yang disampaikan oleh beberapa penanggung jawab program kerja oleh pengurus RMI NU PWNU Jatim.
Menanggapi kegiatan ini, Ketua PC RMI NU Gresik Gus Salam menyatakan kesiapannya. “Kami selalu siap bekerja sama dan berkoordinasi dengan RMI NU PWNU Jatim untuk memajukan pesantren, sebagaimana jargon RMI, Digdaya: menuju pesantren mandiri dan unggul,” ungkapnya kepada NUGres, Rabu (21/5/2025) siang.

Sementara itu, Gus Syam selaku Sekretaris RMI NU Gresik turut mengapresiasi program kerja sama PW RMI Jatim dengan BPN untuk percepatan proses sertifikasi tanah wakaf khususnya untuk pesantren.
“Memang perlu atensi untuk kepentingan jangka panjang di pesantren menghindari konflik internal yang mungkin terjadi di kemudian hari. Alhamdulillah, ternyata BPN menyambut baik program tersebut,” ujar Gus Syam.
Ditambahkannya, RMI Gresik sudah pernah mengadakan pendampingan pesantren-pesantren di gresik untuk percepatan pengurusan sertifikat wakaf tanah dan pengurusan IMB pada tahun 2022 berkolaborasi dengan Pemkab Gresik dan BPN Gresik.
Selain itu, Gus Syam juga menyampaikan apresiasi atas kesepakatan bersama pada perhatian program pesantren ramah anak hingga program air bersih di pesantren.
“Ini kebutuhan dasar bagi pondok pesantren agar nantinya tercipta “vibe” yang aman, nyaman dan hygenis bagi santri di lingkungan pesantren,” pungkasnya.
Rakorwil ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan RMI NU di Jawa Timur serta mendorong kemandirian dan kemajuan pesantren sebagai pilar pendidikan dan peradaban Islam di Indonesia.
Editor: Chidir Amirullah

