PRNU Sukodono Gelar Peringatan Harlah ke-103 NU di Langgar Muqoddas Gresik

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sukodono Gresik menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 di Langgar Muqoddas, Sukodono, Gresik, Senin (5/1/2026) malam. Foto: dok PRNU Sukodono/NUGres

GRESIK | NUGres – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sukodono menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 Nahdlatul Ulama di Langgar Muqoddas, Sukodono, Gresik, Senin (5/1/2026). Acara ini diikuti puluhan pengurus NU dari berbagai Lembaga dan Badan Otonom NU.

Peringatan Harlah ke-103 NU dalam kalender Hijriah ini turut dihadiri oleh Mustasyar MWCNU Gresik KH Ainur Rofiq S.Ag, Katib Syuriyah MWCNU Gresik KH. Drs. Machsun, M.Pd.I, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Gresik Ustadz M. Zainuri M.Pd.

Kehadiran para tokoh tersebut menambah semangat jamaah dalam memperingati perjalanan panjang NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dan dunia.

Jamaah mengikuti pembacaan istighosah, surat Yasin, tahlil, dan maulid Nabi Muhammad Saw dengan penuh kekhidmatan. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan doa dan sholawat menggema di dalam langgar, mencerminkan rasa syukur dan cinta kepada Rasulullah Saw serta para Muassis NU.

Dalam sambutannya, Ketua PRNU Sukodono Ustadz H. Mahmudin Toha SH., menyampaikan himbauan kepada seluruh kader dan jamaah untuk meneladani perjuangan para ulama NU dalam menjaga agama dan bangsa.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Gresik Ustadz M. Zainuri menegaskan bahwa peringatan Harlah ke-103 NU bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen warga NU dalam berkhidmat kepada umat dan bangsa.

“NU lahir dari semangat perjuangan ulama, dan kita sebagai generasi penerus harus menjaga amanah itu dengan memperkuat pendidikan, dakwah, serta kepedulian sosial,” ujarnya.

Acara peringatan Harlah ke-103 Nahdlatul oleh PRNU Sukodono Gresik ditutup dengan doa bersama, diikuti pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Allah Swt atas perjuangan NU selama lebih dari satu abad.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment