JOMBANG | NUGres – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cerme sukses menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) perdana. Mengusung tema “Rekonstruksi Kepengurusan: Wujudkan Pengkhidmatan yang Profesional, Proporsional, dan Akuntabel untuk Kemaslahatan Umat”, forum ini menjadi ajang konsolidasi arah gerak organisasi menuju masa depan NU Cerme yang lebih tertata.
Digelar pada Kamis (29/5/2025) di Aula KH. Yusuf Hasyim, kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, acara ini dihadiri 92 peserta. Mereka terdiri dari jajaran pengurus, badan otonom (banom), lembaga, serta seluruh pengurus ranting NU di lingkungan MWCNU Cerme.
Ketua Panitia, Muhyidin Abror, M.Pd, dalam sambutan pembuka menyampaikan harapan besarnya agar Musyker ini jadi ruang perumusan strategi.
“Musker ini diharapkan dapat menghasilkan program-program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan umat dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Harianto, M.Pd, menegaskan bahwa, Musyker ini menjadi langkah awal untuk merancang masa depan NU Cerme dengan pondasi kelembagaan yang kokoh.
“Raker ini menjadi pijakan awal. Manuk Glatik cucuke abang, mari dilantik ayo tandang, mari kita songsong amanah ini dengan semangat pengkhidmatan,” katanya, disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia dalam melaksanakan kegiatan sejak Pra Musyker sebelumnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran, partisipasi, dan dukungan semua pihak. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini, juga Pra Musyker sebelumnya, menjadikan semangat baru. Jauh-jauh ke Jombang supaya harakah NU setelah Musyker ini bisa kita jalankan dengan penuh amanah,” tambahnya.

Sementara itu, Plh. Ketua PCNU Gresik, Dr. Syifaul Qulub, S.Ag., M.Ei, dalam arahannya menekankan pentingnya kesadaran berkhidmat di NU.
“NU bukan hanya organisasi struktural, tapi wadah perjuangan umat. Maka pertama-tama, mari kita niatkan: nawaitu khidmah lillah. Karena keikhlasan para muassis inilah yang terus menjadi energi perjuangan kita,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan tiga pilar konsolidasi yang perlu diperkuat. Yakni tata kelola organisasi, sumber daya manusia, dan kesinambungan program. Semua itu, menurutnya, tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi.
“Kita ini berorganisasi. Tentu tidak bisa sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antar MWC, ranting, banom, dan semua komponen NU. NU sudah besar dan tidak butuh kita, tapi lebih dari itu, kita yang butuh NU untuk menjalani khidmah ini,” tuturnya.
Dalam Musyker ini, MWCNU Cerme juga secara resmi mengukuhkan jajaran Ketua Lembaga dan Badan Khusus masa khidmat 2025–2030, berikut daftarnya:
Lembaga MWCNU Cerme
1. LDNU: Mas’udin, M.Pd.
2. LTMNU: Ali Rosyidi
3. LKNU: dr. Ahmad Izzuddin Afif
4. LP. Ma’arif NU: Khoiruddin, S.Pd.
5. LTNNU: Arif Fakhruddin, S.Pd.
6. LBMNU: M. Roisul Falah
7. LKKNU: M. Mukharrom
8. LFNU: Ali Afandi, S.Pd.I
9. LAZISNU: Mahfudz, S.Pd.I
10. RMI: M. Irwan
11. LPNU: Askur
12. LPBINU: Andri Ari Wibowo
13. LPPNU: Suparto, S.Sos.
14. LESBUMI: Abdul Munif, S.Pd.I
15. LBHNU: Toni Kuswadi
16. LWPNU: M. Edi Zainuddin, M.Pd.
17. LAKPESDAMNU: Mas’ud, S.Pd.
Banom NU Cerme
18. ISNU: Ahmad Irham Fauzi
19. ISHARI: Mufid
Badan Khusus
20. KBIHU: Muchlisin, SE.
21. SiNU: Ahmad Khusaini, S.Pd.
Musyker MWCNU Cerme di Jombang juga dirangkai dengan ziarah ke makam para muassis Nahdlatul Ulama, mulai dari KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syansuri, hingga KH Abdul Wahab Hasbullah.
Penulis : Arif Fahrudin
Editor : Febrian Kisworo

