Ribuan Murid dan Pendidik LPI Al Azhar PP Darul Ihsan Gresik Gelar Salat Ghaib, Tahlil Akbar, dan Doa untuk Syuhada Ponpes Al Khoziny

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Ribuan murid, tenaga pendidik LPI Al Azhar YPP Darul Ihsan Menganti Gresik hingga tokoh masyarakat setempat, melaksanakan Salat Ghaib, Tahlil Akbar, dan Doa bersama, pada Senin (6/10/2025) pagi, untuk para syuhada Ponpes Al Khoziny. Foto: dok PP Darul Ihsan Menganti/NUGres

GRESIK | NUGres – Ribuan murid dan guru Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhar di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren (PP) Darul Ihsan Menganti, Kabupaten Gresik, bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dari Kecamatan Menganti dan Kedamean, menggelar doa bersama pada Senin (6/10/2024) pagi, untuk para syuhada korban musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di lapangan lingkungan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti Gresik itu diawali dengan salat gaib berjemaah, dilanjutkan dengan tahlil akbar dan doa bersama yang dipimpin oleh Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Menganti, KH Masduki Abdullah.

Ribuan peserta yang terdiri dari murid, pendidik, serta tokoh masyarakat Menganti serta Kedamean larut dalam lantunan doa, yang dikhususkan bagi korban musibah runtuhnya bangunan musala Ponpes Al Khoziny Buduran.

“Pagi ini kami menggelar sholat ghaib, tahlil dan doa bersama untuk keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kami atas musibah yang menimpa pesantren tersebut,” tutur Dr KH Mulyadi, MM, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik, di sela kegiatan.

Penggalangan dana dilakukan di seluruh unit LPI Al Azhar naungan Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti yang selanjutnya diserahkan kepada Lazisnu PCNU Gresik untuk disalurkan kepada Pondok Pesantren Al Khoziny. Foto: dok PP Darul Ihsan Menganti/NUGres
Penggalangan donasi juga dilakukan di seluruh unit LPI Al Azhar naungan PP Darul Ihsan Menganti, untuk selanjutnya diserahkan kepada Lazisnu PCNU Gresik serta disalurkan kepada Ponpes Al Khoziny. Foto: dok PP Darul Ihsan Menganti/NUGres

Kiai Mulyadi yang juga pemangku Pondok Pesantren Darul Ihsan Menganti itu menambahkan bila doa bersama ini tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga ikhtiar spiritual agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kami yakin semua korban yang wafat adalah para syuhada, karena mereka berpulang dalam keadaan beribadah dan menuntut ilmu. Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban. Semoga Allah SWT menambah ketabahan dan kesabaran mereka,” imbuhnya.

Selain doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan penggalangan donasi dari seluruh unit pendidikan di lingkungan LPI Al Azhar, mulai dari RA, MI, SMP, MTs, MA, SMK, SMA, hingga Institut Al Azhar (ISTAZ) Menganti. Donasi sementara yang berhasil dihimpun mencapai Rp17 juta.

Dana tersebut akan diserahkan kepada Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Gresik, untuk kemudian disalurkan langsung kepada pihak Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kegiatan doa bersama ini juga dihadiri oleh sejumlah stakeholder, antara lain perwakilan MWCNU, MUI, DMI, para pengawas, serta penyuluh agama di wilayah Kecamatan Menganti dan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Editor: Chidir Amirullah

Leave a comment