Transformasi Digital Pendidikan, Guru TPQ dan MI di Gresik Diajak Berkreasi dengan E-Book Berbasis AI

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Guru TPQ dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) antusias mengikuti pelatihan “Pembuatan E-Book Tematik Bergambar untuk Anak Berbasis AI” yang digelar pada Sabtu (18/10/2025). Foto: ist/NUGres

DRIYOREJO | NUGres – Guru TPQ dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) antusias mengikuti pelatihan “Pembuatan E-Book Tematik Bergambar untuk Anak, Berbasis AI” yang digelar pada Sabtu (18/10/2025) di Aula MI Sabilul Mubtadi’in, LP Ma’arif NU Randegansari Driyorejo, Gresik.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan media pembelajaran yang menarik secara visual sekaligus sarat nilai karakter mulia bagi anak-anak di era digital.

Pelatihan menghadirkan Jamil Fuady, M.Ag., seorang penulis dan mentor komunitas literat muda UINSA Surabaya sebagai narasumber utama. Dalam pengantarnya, ia mengutip pesan Imam al-Ghazali tentang kemuliaan menulis sebagai jalan bagi seseorang yang bukan keturunan raja atau ulama besar.

Menurutnya, menulis adalah bentuk dakwah dan pendidikan yang abadi. Ia juga memperkenalkan konsep kecerdasan buatan (AI) sebagai “asisten kreatif” yang dapat membantu pendidik menghasilkan karya lebih cepat dan efisien tanpa menghilangkan sentuhan nilai kemanusiaan.

“Saya ingin meluruskan sejumlah miskonsepsi tentang AI dengan menekankan bahwa teknologi itu hanyalah alat, sementara manusia tetap menjadi penentu arah penggunaannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Fuady juga memaparkan karakteristik buku anak yang baik, sederhana, penuh warna, komunikatif, serta didukung ilustrasi kuat agar mudah dicerna anak usia dini.

Para peserta kemudian mengikuti sesi praktik pembuatan e-book berbasis AI, mulai dari merancang ide dan menyusun prompt, memilih platform, hingga melakukan validasi konten agar sesuai dengan nilai pendidikan dan keagamaan.

Pelatihan dibuka oleh fasilitator pengabdian, Wildah Nurul Islami, M.Th.I., yang menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah nyata menjembatani dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi.

“Guru TPQ dan madrasah perlu berada di garda terdepan dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi digital,” kata Wildah.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini dipandu oleh moderator Sholihudin Al Ayubi M.Pd. Kegiatan berjalan dalam suasana hangat serta interaktif. Bahkan Salah satu peserta, Ustadz Wildan Faqih guru TPQ Najatut Taibiin Randegansari, mengaku mendapatkan inspirasi baru.

“Pelatihan ini membuat saya ingin membuat media pembelajaran Al-Qur’an berbasis AI yang bisa menanamkan nilai karakter santri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Salim, S.Pd., guru MI Sabilul Mubtadi’in. “Ternyata teknologi seperti AI bisa menjadi sarana dakwah dan pendidikan. Saya jadi lebih percaya diri membuat buku cerita Islami sendiri,” tuturnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dana BOPTN UIN Sunan Ampel Surabaya dan kolaborasi antara Rumah Literasi Ulul Albab Randegansari, MI Sabilul Mubtadi’in, serta sejumlah sekolah dan TPQ di wilayah Driyorejo.

Doa penutup dipimpin oleh H. Mustaman, M.M., Ketua Yayasan LP Ma’arif NU Randegansari Driyorejo, yang menegaskan pentingnya peran guru dalam menjadikan teknologi sebagai alat perjuangan pendidikan.

Pelatihan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan produksi e-book tematik yang siap digunakan dalam proses belajar mengajar.

Dengan keterampilan baru ini, para guru diharapkan mampu melahirkan karya digital yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menanamkan akhlak mulia, menjadikan teknologi sebagai sahabat pendidikan, bukan lawannya.

Editor: Chidir Amrullah

Leave a comment