Satu Kelas Satu Perpustakaan, Langkah SMP Sunanul Muhtadin Gresik Perkuat Budaya Baca

Redaksi NUGres Redaksi NUGres
Program unggulan "Pojok Literasi: Satu Kelas Satu Perpustakaan", diluncurkan SMP Sunanul Muhtadin Kertosono Sidayu Gresik di momen Hardiknas 2026 guna memperkuat tradisi baca. Foto: dok SMP Sunanul Muhtadin Gresik/NUGres

SIDAYU | NUGres – SMP Sunanul Muhtadin yang terletak di lingkungan Pondok Pesantren Modern (PPM) Sunanul Muhtadin Desa Kertosono Kecamatan Sidayu, Gresik, berkomitmen mendorong penguatan literasi bagi para siswa melalui pembiasaan membaca.

Tradisi literasi yang menjadi program unggulan berjuluk “Pojok Literasi Kelas” itu baru-baru ini diluncurkan di tengah momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Program unggulan itu mengusung tagline “Satu Kelas, Satu Perpustakaan”. Bentuknya perpustakaan mini yang memuat berbagai koleksi buku. Dengan mendekatkan buku kepada para siswa, menjadi langkah strategis SMP Sunanul Muhtadin dalam membangun budaya literasi dalam keseharian, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Kepala SMP Sunanul Muhtadin, Chisamiddin As Shiddiqin, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan budaya literasi.

“Program ini kami hadirkan sebagai upaya nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses mudah terhadap bahan bacaan, sehingga budaya membaca dapat tumbuh secara alami di lingkungan sekolah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NUGres, Selasa (5/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan pentingnya kemandirian belajar, penguatan karakter, serta kemampuan berpikir kritis pada peserta didik.

Selain sebagai sarana membaca, Pojok Literasi Kelas juga dirancang untuk melibatkan peran aktif siswa dalam pengelolaannya. Setiap kelas didorong untuk mengatur, merawat, dan mengembangkan koleksi buku secara mandiri, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan belajar.

Peluncuran program ini disambut positif oleh para siswa. Mereka merasa lebih mudah mengakses buku bacaan tanpa harus ke perpustakaan utama, sehingga waktu luang di kelas dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Dengan diluncurkannya program ini, SMP Sunanul Muhtadin berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas literasi peserta didik, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Editor: Chidir Amirullah 

Leave a comment